Palu – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan
Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, membangun kesadaran mahasiswa mengenai
pentingnya nilai ekonomi tanah melalui kepastian hukum hak atas tanah, dalam
kuliah umum di Universitas Islam Negeri Datokarama Palu, Sulawesi Tengah. Ia
menekankan bahwa tanah yang belum memiliki sertipikat belum dapat dimanfaatkan
secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Banyak orang memiliki tanah, tetapi belum bersertipikat sehingga tidak
memiliki nilai ekonomi. Maka lahirlah program PRONA yang dilanjutkan menjadi
PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap),” ujar Menteri ATR/Kepala BPN saat
memberikan Kuliah Umum di Auditorium UIN Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, Rabu
(01/04/2026).
Menteri ATR/Kepala BPN kemudian mengutip pandangan ekonom Hernando de Soto yang
menyebut bahwa kemiskinan tidak bisa diatasi dengan bantuan sosial, tetapi
melalui pemberian akses legal, termasuk terhadap tanah. Sertipikat tanah ini
merupakan bagian dari akses legal yang dapat mendorong peningkatan
kesejahteraan masyarakat.
Tanpa legalitas yang jelas, tanah tidak dapat dijadikan jaminan, tidak dapat
diakses dalam sistem keuangan formal, dan berpotensi menimbulkan konflik. Untuk
itulah percepatan sertipikasi tanah dilakukan Kementerian ATR/BPN.
“Dari 45 juta sertipikat sebelum 2017, meningkat menjadi 126 juta saat ini.
Namun, masih ada sekitar 14,4 juta bidang tanah yang belum tersertipikasi,”
ungkap Menteri ATR/Kepala BPN.
Dengan informasi ini, Menteri Nusron berharap mahasiswa dari Kampus 1000 Mimpi
ini bisa lebih peduli terhadap isu pertanahan di tengah masyarakat. Menurutnya,
generasi muda memiliki peran penting untuk ikut memahami sekaligus membantu
menyebarkan kesadaran akan pentingnya kepastian hukum atas tanah.
Mendampingi Menteri ATR/Kepala BPN pada kesempatan ini, Direktur Jenderal Tata
Ruang, Suyus Windayana; Staf Khusus Bidang Reforma Agraria, Rezka Oktoberia;
Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik, Rahmat Sahid; dan Kepala Kantor Wilayah
BPN Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Naim beserta jajaran. Turut hadir,
Rektor UIN Datokarama Palu, Lukman S. Thahir dan civitas academica. (JM/YZ)

0 Komentar